Selamat datang di Alumni-Doepa. Official Forum Alumni Smpn 12 Tangerang Selatan. Media Sharing Siswa & Alumni SMPN 12 Tangerang selatan

Kamis, 27 September 2012

Kekuatan Berpikir Positif


Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.
Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh popularitas dengan cepat.
Kita sering mendengar orang berkata: “Berpikirlah positif!”, yang ditujukan bagi orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut, atau menganggapnya tidak berguna dan efektif. Berapa jumlah orang yang anda kenal, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif?
Cerita berikut mengilustrasikan bagaimana kekuatan berpikir positif bekerja:
Beno mengajukan lamaran kerja, namun kepercayaan dirinya rendah, dan dia menganggap dirinya gagal dan tidak layak memperoleh kesuksesan, ia merasa yakin bahwa ia tidak akan memperoleh pekerjaan tersebut. Ia memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri, dan percaya bahwa calon pegawai yang lain lebih baik dan lebih memenuhi syarat dibandingkan dirinya. Beno memperoleh sikap ini karena pengalaman buruk yang ia peroleh dari wawancara pekerjaan yang telah ia ikuti sebelumnya.

Rabu, 02 Mei 2012

Tuhan Hilang…. Mana Aku Tahu



Waktu saya kelas 1 SD, guru agama saya bertanya, “Anak-anak siapakah yang membuat meja dan kursi ini?” Seluruh kelas menjawab, “Tukang kayu!” Pertanyaan berikutnya, “Siapa yang membuat mobil?” Secara serntak teman2 sekelas berteriak, “Pabrik mobil!” Lalu guru agama saya mengatakan bahwa apa-apa yang ada di dunia dan dapat kita lihat tentu ada yang membuat. Selanjutnya guruku bertanya lagi, “Lalu Siapakah Yang Membuat Bumi, Matahari, Bulan dan Bintang-Bintang di Langit?” Seluruh murid berteriak “Tuhan”
Itulah bentuk pendidikan dasar agama untuk menanamkan iman seseorang, untuk meyakini dan mempercayai Tuhan Sang Pencipta Alam itu ada. Namun, apakah penanaman dasar moral tersebut sudah maksimal dan menghasilkan perilaku yang sesuai ajaran agama?
Ada satu cerita menarik berhubungan dengan hal di atas. Ada seorang janda tua memiliki dua anak laki-laki. Anak yang tua di panggil Lae dan adiknya dipanggil Ucok. Kedua anak tersebut sangat nakal. Hobinya minum-minuman keras dan berjudi.